AKSI
NYATA MODUL 3.3
PENGELOLAAN
YANG BERDAMPAK PADA MURID
Oleh
NURBAHRI,S.Pd.I
CGP Angkatan 4 Aceh Utara
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya bergagi mengenai aksi nyata yang saya lakukan sesuai dengan modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid di SD Negeri 18 Dewantara Kabupaten Aceh Utara.
Program SPECIAL (Sudut Prestasi Cinta Al-Quran) untuk melatih anak siap ikut lomba dengan
pemanfaatan sudut kelas sebagai tempat pengembangan gemar baca Al-Quran sebagai
wujud Cinta Al-Quran.
PERISTIWA ( FACT )
Latar Belakang Tentang Situasi yang Dihadapi
Menuntun siswa dalam
mengembangkan potensi yang dimiliki merupakan tugas yang sangat penting bagi
seorang guru, membaca dan menghafal Al-Quran mempunyai peran penting dalam
melahirkan generasi penerus bangsa yang berfrestasi dan berjiwa Qurani. Dalam
menyusun program atau kegiatan yang berdampak pada murid ada beberapa hal yang
harus di pertimbangkan, guru bisa memanfaatkan 7 aset yang dimiliki sekolah
salah satunya budaya Cinta Al-Quran dengan mewujudkan pembiasaan baca yasin
setiap hari jumat, setor hafalan surah pendek , pelatihan syarhil Quran,
pembinaan Fahmil Quran dan juga tilawatil Quran sebagai persiapan siswa siap
pakai untuk mengikuti perlombaan, karena setiap ada perlombaan butuh pelartihan
khusus bahkan sering acara yang mendadak sehingga murid tidak siap mengikutinya
juga guru harus membuat seleksi maka dengan pemanfaatan sudut kelas yang di
desain semenarik mungkin agar siswa nyaman dan menyenangkan mengikuti kegiatan
3 kali dalam satu minggu ini sudah dapat melahirkan murid yang berbakat dan memiliki
ahli di bidang masing-masing, walaupun pada dasarnya kemampuan dan
keterampilan membaca, menghafal dan mempelajari menjadi suatu kebutuhan yag
harus di penuhi, namun salah satu faktor penghambat siswa kurang minat baca
Al-Quran, menghafal dan mempelajari adalah lingkungan, lingkungan tempat
tinggal, lingkungan keluarga yang kurang perhatian terhadap minat dan kemampuan
anak dalam mengembangkan potensinya.
Ki
Hajar Dewantara mengemukakan anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya. Pendidik hanya dapat merawat
dan menuntun tumbuhnya kodrat itu, sehingga guru harus mampu melihat bakat,
minat, kreatifitas anak dan apa yang dibutuhkan anak di dalam pembelajaran
sehingga guru bisa mengemas pembelajaran di kelas atau di luar kelas dengan
berpusat dan berdampak pada anak. Melalui Filosofi menumbuhkan Padi ki Hadjar
Dewantara bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada anak kita
harus secara dan terencana mampu memerdekakan mereka sesuai dengan kodratnya
dengan demikian saat merancang sebuah program pembelajaran disekolah baik
intrakurikeler ,ko-kurikeler atau ekstrakurikuler maka murid harus menjadi
pertimbangan yang utama.
Yang
Dilakukan Pada Aksi Nyata, Alasan Mengapa Melaksanakan Aksi Tersebut
Dengan
adanya program/kegiatan ini nantinya akan ada hasil yang lebih baik terhadap
keterampilan membaca Al-quan dan
mencetak generasi Qurani untuk masa depan, sehingga mutu pendidikan
di sekolah dapat ditingkatkan. Perubahan yang akan dilakukan tidak harus dimulai dari
hal yang besar. Pemanfaatan sudut
kelas
sebagai modal fisik yang selama ini kurang
memperhatikan tentang pembinaan murid untuk mengikuti lomba, maka yang diharapkan
menjadi upaya yang dapat dilakukan dalam lingkungan yang secara langsung dapat
dipengaruhi terlebih dahulu
secara bersama-sama. Lewat perubahan-perubahan kecil yang dinibuat, nantinya dampak positif akan dapat
dirasakan oleh komunitas belajar di sekolah.Sehingga yang menjadi tujuan utama
berjalannya program ini adalah menjadikan siswa
mencintai Alquran, siswa yang mencintai Alquran akan senantiasa
berdekatan terus dengan Alquran sehingga ia terbiasa untuk beribadah
kepada Allah dengan membiasakan membaca Alquran dan mengamalkannya.
Dalam program ini juga memanfaatkan Sudut Prestasi Cinta
Al-Quran sebagai tempat untuk mempersiapkan siswa siap mengikuti perlombaan pentas PAI.
Membiasakan siswa untuk membaca dan menghafal al-Quran
dengan memanfaatkan program ini sebagai tempat setor hafalan. Menjadikan wadah
untuk menumbuhkan minat baca Al-Quran dan membimbing siswa yang belum lancar
membaca Al-Quran.
Program ini merupakan
program baru disekolah saya karena sudah berkali-kali diadakan perlombaan
pentas PAI kabupaten dengan adanya seleksi dari kecamatan yang dilakukan secara
mendadak dimana setiap sekolah mengirim utusan murid yang belum siap sehingga
perlu mempersiapkan diri dalam waktu yang singgkat. Diharapkan dengan
berjalannya program ini disekolah saya dapat mencetak murid yang berprestasi
dengan siap mengikuti perlombaan dengan kemampuan yang dimilikinya sesuai dengan
bakat dan minatnya.
Pemanfaatan sudut kelas ini dapat menjalin kekompakan antar murid dan bersama rekan sejawat
yang bergerak bersama dalam mensukseskan program yang dijalankan. Adanya guru
piket/bantu yang bertugas setiap harinya mendampingi guru PAI dan wali kelas. Dengan mengontrol
dan membimbing siswa yang belum lancar membaca Al-Quaran sehingga siswa ini
nantinya akan mendapat perhatian. Selain itu dapat juga meminta bantuan kepada
siswa yang bersedia untuk menjadi guru bagi temannya agar membimbing temannya
yang belum lancar membaca
Al-Quran juga yang belum menumukan potensi yang dimiliki.
Dengan demikian masalah yang dihadapi oleh siswa yang belum lancar membaca Al-Quran dapat teratasi dan akan ada
peningkatan prestasi dari siswa tersebut. Juga setiap ada perlombaan siswa SDN 18 Dewantara siap mengikuti dengan
persiapan yang sudah mantap dan siap pakai sesuai bidangnya masing-masing.
Hasil
Dari Aksi Nyata yang Dilakukan
Dengan
terlaksananya program ini , maka dapat menjadi wadah berkreasi dan
berinovasi bagi siswa-siswi menumbuhkan keberanian untuk tampil dan juga
mengedukasi siswa akan pentingnya mempelajari
Al-Quran.
Program ini mengharapkan semua siswa mampu membaca Al-Quran dan menghafal juz
30 juga dapat memahami makna dan isi kandungan Al-Quran dengan mempelajari
makna setiap ayat dengan melatih murid mampu memnguasai materi berdasarkan tema syarahan sebagai persiapan
syarhil Quran juga fahmil Quran dengan melatih menjawab soal-soal yang biasa
keluar pada acara MTQ. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa kamis dan sabtu. Jadwal kegiatan yaitu kelas 3hari selasa, kelas 4 hari kamis, kelas 5 hari sabtu. Kegiatan ini dilaksanakan selama 30
menit dari pukul 10.10 – 10.40 setiap harinya yang telah di tentukan. Kegiatan
yang dilakukan di sudut kelas
yaitu siswa diberi kebebasan untuk memilih bidang yang digemarinya dan dapat tugas hafalan untuk disetor dirumah. Untuk siswa yang belum
lancar membaca Al-Quran akan
dibimbing oleh guru PAI
dan guru bantu/piket. Diakhir bulan nantinya akan diadakan kegiatan yaitu siswa
diberi kesempatan untuk menampilkan
kemampuannya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih rasa percaya
diri, keberanian dan daya ingat siswa serta kesiapan siswa mengikuti perlombaan. Juga melaksanakan
:
*Membiasakan kegiatan membaca A[-Quran sebagai budaya literasi sebelum
kegiatan belajar mengajar.
*Mengatur
jadwal kunjungan siswa pada sudut
SPECIAL
*Menghias sudut kelas yang menarik bagi siswa.
*Menyusun
guru piket sebagai guru bantu untuk mengontrol siswa.
*Menyedikan bimbingan khusus bagi siswa
yang belum lancar membaca
membaca AL-Quran dan siswa yag persiapan mengikuti lomba pentas PAI
*Membuat kegiatan yang bervariasi untuk
menarik perhatian siswa untuk mendukung kegiatan program.
*Melakukan refleksi terhadap kemampuan
siswa dalam membac, menghafal dan
mendalami materi PAI
*Melakukan
refleksi terhadap rencana kegiatan yang dilakukan.
PERASAAN (FEELING )
Saya sangat
senang dan merasa
sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikutiu pelatihan guru
penggerak.Sehingga banyak sekali manfaat yang
saya rasakan setelah mengikuti pembelajaran -pembelajaran. Banyak hal-hal baru yang saya dapat setelah mempelajari dan
menyelesaikan tugas-tugas di LMS, saya sangat senang setelah
melakukan aksi nyata saya pada modul 3.3 dengan menerapkan rencana perubahan di
sekolah, sangat besar manfaat yang saya dapatkan. Disini saya sudah dapat
membuat perubahan kecil di sekolah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada
untuk meningkatkan kepemimpinan pada murid dan dapat berkolaborasi dengan rekan
sejawat dalam menjalankan program yang berdampak pada murid. Saya juga sangat termotivasi dengan adanya kerjasama yang baik
dengan tujuan yang sama. karena saya merasa tidak
sendiri, juga dukungan dari kepala sekolah yang selalu mendukung saya melakukan
aksi nyata yang bermanfaat. Melihat siswa yang antusias mengikuti program ini
dapat menjadi motivasi bagi saya untuk dapat mengembangkan diri menjadi lebih
baik lagi. Saya akan terus menjalankan program ini untuk dapat
menjadikan murid saya menjadi siswa-siswi yang berjiwa mulia dengan menguasai
segala kemampuannya dengan cinta terhadap Al-Quran merupakan konsep utama
keberhasilan dalam hidup dunia dan akhirat.
PEMBELAJARAN ( FINDING )
Selama dan setelah melaksanakan
aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga, pembelajaran yang sangat berharga yang saya dapatkan
adalah dalam menumbuhkan minat siswa
terhadap kegiatan yang saya programkan juga bagiamana saya menyusun
dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset
sesuai tahapan BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar
pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran
guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja, namun harus peduli
dan ikut terlibat dalam mengelola program sehingga manfaatnya dapat dirasakan setiap warga sekolah.
Sekolah dapat mencetak kader MTQ yang selalu bermanfaat
bagi murid dikala selesai SD dan melanjutkan pendidikan dijenjang berikutnya
bahkan sampai kuliah nantinya juga dapat menjadi pelatih untuk masa yang akan
datang berdasarkat bakatnya masing-masing.
melalui
program ini nantinya menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan kepemimpinan
murid yang berlandaskan profil pelajar pancasila. Dengan meraih prestasi dengan penuh perjuangan dan
pengorbanan dalam menjalankan setiap kegiatan dengan penuh keikhlasan dan
menyenangkan.
PENERAPAN
KE DEPAN ( FUTURE )
InsyaAllah dalam menjalankan program ini saya terus
belajar untuk dapat menuntun murid saya. Program kegiatan ini
tentunya belum sempurna, masih banyak hal yang dapat ditambah demi kesempurnaan
program. Untuk itu perlu dilakukan refleksi dengan melibatkan seluruh anggota
yang terlibat terutama dengan melibatkan murid. Hal ini diperlukan agar
perbaikan program yang dilakukan merujuk pada kepemimpinan murid dengan melihat
aspek suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) siswa. Dengan adanya program ini sangat membantu guru dalam
mencari bakat apa yang dimiliki murid, dan mengetahui sejauhmana murid mampu
membaca, menghafal dan memahami makna isi kandungan Al-Quran. Sehingga hasil
dari refleksi nantinya akan menjadi bahan masukan untuk menyusun pengembangan
program yang lebih baik ke depannya
karena untuk saat ini program SPECIAL baru dalam satu kelas yang dimanfaatkan
untuk semua kelas untuk kedepannya setiap kelas ada Program SPECIAL sehingga
bisa dilaksakan kegiatan setiap hari tanpa butuh giliran kunjungan.
Sangat perlu kolaborasi sesama guru
beserta siswa dalam hal kegiatan yang
dijalankan untuk pendampingan dan bimbingan dari guru piket/bidang study dan wali kelas pada saat
melakukan kegiatan yang dapat
mewujutkan siswa berprestasi dan cinta Al-Quran.
Demikianlah program kegiatan aksi nyata yang saya lakukan di modul 3.3 Pengelolaan
Program yang Berdampak Pada Murid Semoga
bermanfaat.
Salam Guru Penggerak. Guru
Bergerak Indonesia Maju.
Wassalamu 'alaikum
warrahmatullahi wabarakatuh.






Komentar
Posting Komentar